Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts

25 February 2011

Aku Hairan

aku hairan melihat manusia
berlumba-lumba menjadi celaka
segala dosa dipuja
diri fasiq rasa bangga

kisah laknat dijaja-jaja
semacam kilau pada senjata
dihunus-hunus bagai perwira
padahal yang sampai pada musuh hanya kilaunya
senjatanya jauh berdepa-depa
kerana jantannya ada pada dosa
dan dosa tak bisa menang bicara

susahkah mengukir senyum dikala duka
memberi bahagia kepada orang yang bahagia
bukannya mengheret mereka bersama
merasa duri derita

susahkah hulurkan tangan pada mereka
membibit mendukung beban bersama
memang peluh membasah muka
tapi Allah janjikan pahala
maka adakah kita masih lupa
tentang keesaan Tuhan raja dunia
yang kudratNya Maha Berkuasa
yang janjinya tiada dusta

Kata 'manusia' ada makna
manusia maknanya pelupa
dan kita memang sedang lupa...

02 November 2010

POEMISI...??? (poem + puisi)

Suddenly something came into my mind, when was the last time I created a new poem??? Funny, because actually 'art' is like my middle name, I live in artistic things, I find happiness in them, I found myself in them! That made me turned on my laptop and let the fingers and heart did their parts... and at the end, this poem 'appeared'.

RASA CINTA

Bila ada suara bertanya
Apa kau lihat pada cinta
Bila saatnya cinta
Dimana tempatnya cinta

Nescaya lidahku pasti kelu
Mataku terus menjadi kaku
Kerna bagiku cinta itu semesta
Cinta itu adalah segala-gala

Maka bagaimana kan ku tunjukkanmu cinta
Sedang ia wujud berwarna sejuta
Pejam dan celikmu dijanjikan rasa
Huraian bahagia dan cengkaman kecewa

Maka cinta
Bukan untuk ku tulis dengan pena
Kerna penaku menulis dengan cinta
Bukan untuk ku tunggu saat ketika
Kerna tiap saatku diselubungi cinta

Dengan cinta
Jiwa dan tubuhku punya harga dan nyawa
Terbang dan terhempas mengulit rasa
Namun cinta tiada pernah hilang di jiwa
Sekali datang selamanya bertakhta

Dan cinta inikah yang kau tanya
Maka diamku ini sebagai jawabnya
Kerna cintaku tidak bertugu bermenara
Ia cuma halus, ia cuma rasa.